
Workaholic, adalah istilah yang ditujukan pada orang yang gila kerja, tidak mengenal waktu dalam bekerja.
Ungkapan ini tidak selalu ditujukan pada orang yang benar-benar menikmati pekerjaan mereka, tetapi juga pada orang-orang yang lebih hanya merasakan dipaksa untuk melakukannya. Sebenarnya tidak ada definisi medis yang berlaku secara umum tentang kondisi seperti itu.
Walaupun istilah workaholic pada umumnya mempunyai suatu konotasi pada hal-hal yang bersifat negatif, kadang-kadang digunakan juga oleh orang-orang yang mengharapkan untuk menyatakan devosi mereka ke karier seseorang dalam terminologi positif.
Bagaimanakah anda bekerja selama ini? Apakah anda termasuk salah satu dari orang yang disebut workaholic tersebut ?
Untuk mengetahuinya, mungkin 20 buah pertanyaan berikut bisa dijadikan acuan. Pertanyaan-pertanyaan berikut ini aku ambil dari workaholics-anonymous :
1. Apakah anda merasakan sesuatu yang lebih menggairahkan disekitar pekerjaanmu dibandingkan disekitar keluargamu ?
2. Adakah waktu anda yang dibayar untuk suatu pekerjaan yang anda lakukan ?
3. Apakah anda mengerjakan pekerjaan anda ditempat tidur ? pada saat libur akhir pekan/weekend? atau pada saat anda sedang berlibur/vacation ?
4. Apakah aktivitas dari pekerjaan itu paling anda suka dan berupaya maksimal mengerjakannya dan sering kali memperbicangkannya ?
5. Apakah anda bekerja lebih dari 40 jam dalam satu minggu?
6. Apakah anda mengubah kegemaran/hobby anda menjadi suatu pekerjaan yang dapat menghasilkan/mendatangkan uang ?
7. Apakah anda mengambil tanggung jawab penuh dari hasil usaha/pekerjaan anda?
8. Apakah teman-teman atau keluarga anda sudah menyerah mengharapkan anda tepat waktu?
9. Apakah anda akan menambah waktu kerja anda karena anda merasa terkait dengan pekerjaan anda tersebut jika tidak selesai/tidak terlaksana dengan baik ?
10.Apakah anda termasuk orang yang meremehkan waktu berapa lama suatu proyek akan selesai dan kemudian dengan cepat mengerjakannya agar proyek tersebut segera selesai?
11.Apakah anda percaya bahwa adalah hal yang wajar jika harus bekerja lembur dan anda sangat menyukainya ?
12.Apakah anda menjadi tidak sabaran ketika seseorang memprioritaskan sesuatu yang tidak berhubungan dengan pekerjaan ?
13.Apakah anda merasa ketakutan bahwa jika anda tidak bekerja keras maka anda akan kehilangan pekerjaan anda dan itu adalah suatu kegagalan ?
14.Apakah masa depan menjadi suatu hal yang sangat mengkuatirkan bagi anda meskipun segala sesuatunya berjalan dengan baik ?
15.Apakah anda mengerjakan segala sesuatu dengan enerjik dan menganggap sebagai suatu persaingan/kompetisi meskipun itu adalah hanya sebuah permainan/game ?
16.Apakah anda merasa terganggu ketika seseorang meminta anda untuk berhenti melakukan pekerjaan anda untuk melakukan hal lain?
17.Apakah waktu lembur anda mengganggu/menyakiti keluarga anda atau pacar atau pasangan anda ?
18.Apakah anda memikirkan pekerjaan anda ketika sedang mengemudi, selagi tidur atau ketika sedang berbicara sama orang lain ?
19.Apakah anda bekerja atau membaca ketika sedang makan ?
20.Apakah anda percaya bahwa mempunyai banyak uang dapat memecahkan semua permasalahan anda ?
======================================================
*) 3 jawaban positif, segeralah membicarakan dengan keluarga atau orang terdekat anda karena bisa diduga anda mengarah ke arah workaholic.
Percaya atau tidak, hanya anda yang mengetahui dan merasakannya.
sumber : http://yudie-unforgetable.blogspot.com/2009/06/workaholic-adalah-istilah-yang.html
KELUAR DARI JERAT "WORKAHOLIC"
Bagi sebagian pria, pekerjaan mungkin merupakan atribut utama dalam hidupnya sehingga mereka rela meluangkan waktu dan energinya begitu rupa. Ada juga yang senang sekali bekerja asalkan mendapatkan uang, status tertentu, atau sebenarnya hanya karena kewajiban semata, dan lain sebagainya. Apa pun alasannya, kita tidak boleh menjadikan pekerjaan sebagai hal yang terutama dan mengabaikan aspek lainnya dalam hidup. Rajin bekerja adalah baik, tapi bekerja tanpa tahu waktu adalah gaya hidup yang tidak sehat. Lebih gawatnya lagi kalau tanpa disadari bekerja telah menjadi "berhala" bagi kita. Simak penuturan dua pria berikut ini seputar bekerja.
Apa kata mereka tentang pria yang "workaholic"?
Tan Yosef Handoko, 35 thn., wirausaha bidang tekstil
Orang yang "workaholic" adalah orang yang gila bekerja melebihi batas-batas normal. Orang seperti ini tidak memandang siang atau malam, pokoknya yang ada dalam pikirannya hanya bekerja saja. Kecenderungan ini pasti kurang bagus karena dengan begitu ada hal lain yang dikorbankan dan telantar, baik dirinya sendiri maupun orang lain.
Kalau ada yang berpandangan kecenderungan "workaholic" itu lebih banyak dialami para pria daripada wanita mungkin karena secara fisik pria lebih kuat. Kedua, pria umumnya mempunyai ego dan ingin membuktikan diri bahwa kami bisa memberikan yang terbaik untuk keluarga dan teman-temannya. Pria "workaholic" biasanya tidak merasa dituntut, tapi ada kalanya dia seperti itu karena membutuhkan pengakuan.
Paulus Ruddy Saswono, 44 thn., kontraktor
Seorang "workaholic" adalah orang yang bekerja terus-menerus tanpa ada waktu sisa. Waktunya didominasi untuk bekerja, bahkan mungkin bukan lagi 24 jam, melainkan kalau bisa 36 jam sehari. Alasan pria cenderung seperti itu karena berpikir bahwa kami berkewajiban untuk menghidupi keluarga. Jadi, harus mencari uang.
Sebenarnya dalam firman Tuhan, kita seharusnya bekerja untuk Tuhan dan bukan untuk manusia sehingga kita akan melakukan yang terbaik. Tetapi kita juga perlu menyadari bahwa harus ada keseimbangan dalam hidup. Kalau kita bekerja dengan alasan demi kebahagiaan keluarga, itu berarti ada waktu juga yang harus diberikan. Mengapa? Karena kasih identik dengan waktu, bukan hanya uang. Tuhan pun tidak mau kita bekerja terus dan keluarga ditinggalkan.
Bahan diambil dari sumber:
| Majalah | : | GetLife! |
| Edisi | : | Tahun III/Edisi no.27 |
| Penerbit | : | GetmeDia (Yayasan Pelita Indonesia), Bandung. |
| Halaman | : | 63 -- 64 |
keren sekali sukses selalu bwt webnya
BalasHapus