Jumat, 02 September 2011

Meditasi

Masalah utama dalam perkembangan spiritual manusia jaman modern sekarang ini adalah bahwa banyak orang yang tidak mempunyai waktu untuk berdiam diri, hening dalam doa. Mereka begitu sibuk dengan berbagai acara, baik yang bersifat rekreatif maupun bisnis.

Banyak orang merasa bahwa waktu tujuh hari dalam seminggu selalu tidak cukup untuk tugas mereka. Bahkan seringkali waktu sehari dalam dua puluh empat jam pun dirasa masih kurang. Maka sering kali mereka tidak mempunyai waktu untuk keluarga, untuk diri sendiri dan apa lagi untuk Tuhan.

Pulang kerja sudah malam, lagi pula lelahnya badan membuat tidak mungkin duduk berdiam dengan tenang. Langsung tidur itulah solusi yang paling banyak dilakukan. Menurut para ahli spiritualitas, hidup tanpa refleksi itu menjadi kosong dan kering. Karena kedalaman hidup rohani sangat dipengaruhi oleh kemampuan seseorang untuk memperdalam kepekaan dan kesadaran akan kehadiran Tuhan dalam hidup dan rahmat yang diterima sehari-hari.

Kata meditasi berarti terus menerus memberikan perhatian atau menghentikan pemikiran pada satu pokok pikiran. Master berkata (dan telah dibuktikan dalam pengalaman) bahwa kita menjadi apa yang kita pikirkan pada saat meditasi. Dengan kata lain kita memperoleh sifat dasar, kwalitas atau keadaan atas obyek yang kita meditasikan.

Oleh karena itu ketika kita meditasi pada sesuatu yang Maha Ghaib yaitu Tuhan, kita akan menghilangkan kekotoran kita dan mendapatkan kehalusanNYA dan kemudian menjadi seperti DIA. Hanya dengan demikian kita dapat menjadi satu dengan DIA, sehingga tujuan tertinggi dalam kehidupan, jadi memungkinkan untuk dicapai.. Dan ini hanya bisa didapat melalui praktek terus menerus meditasi setiap hari dengan ketaatan yang tulus ikhlas.

Menurut paham “Raja Yoga’ atau lebih dikenal dengan sebutan “Patanjali Yogasustras”, meditasi atau Dhyana adalah suatu kesadaran terus menerus akan kehadiran Tuhan dalam hidup. Meditasi adalah ‘ an unbroken flow of thoughts towards the object of concentration’.

Dalam meditasi ini kita ingin masuk dalam pengalaman akan Allah, bersatu dan menyatu dalam kehadiranNya, bukan hanya sekedar memikirkan dan merasakan Allah. Berdasarkan pemahaman ini menurut Swamy Devaprasad ada bebeapa manfaat meditasi yang sangat membantu manusia untuk menemukan kedamaian, kebahagiaan dan keharmonisan hidup sejati.

Manfaat dari meditas itu adalah:

  1. Meditasi membantu mengeluarkan dari hidup manusia penyakit mental, psikosomatik. Meditasi ini juga memurnikan pikiran, mengendalikan bicara dan menuntun tindakan.
  2. Meditasi mampu menguatkan budi, hati, pikiran dan badan, dan ini merupakan usaha preventif melawan berbagai macam penyakit.
  3. Meditasi membantu menghilangkan atau meredakan segala ketegangan dan mampu membuat seseorang merasa santai dan tenang.
  4. Karena keheningan sejati dan kedamaian hati yang dialami, meditasi membantu perkembangan hubungan interpersonal, baik dengan sesama maupun dengan Tuhan.

Bila kita mempunyai waktu secara teratur, setiap hari dari hanya lima menit hingga setengah jam, alangkah besar manfaat dari meditasi ini. Ketenangan hidup dan kedamaian yang dirindukan setiap orang tidak perlu dicari dimana-mana, tetapi ditemukan dalam meditasi ini.

Berbagai Jenis Meditasi

  • Meditasi Duduk

Sikap Badan

1. Duduk kaki seperti orang simpuh dengan tulang ekor/pantat menyentuh lantai. Kaki agak melingkar sepanjang pantat

2. Jempol disembunyikan ke dalam 4 jari kemudian diletakkan di atas paha dekan lutut.

3. Badang tegak dan rileks

4. Mata dipejamkan

5. Lidah ke langit-langit (bagi yang sudah paham hawa dingin).

Sikap Napas

1. Pola napas, yaitu napas segitiga. Narik napas lewat hidung, tahan di perut (perut agak keras dan agak kembung) dan buang lewat hidung (perbandingan 1 : 1 : 1)

2. Pikiran rileks dan bayangkan yang indah-indah serta menyenangkan.

Aliran Energi

1. Energi yang masuk diarahkan turun melewati dada, ke perut, ke tulang ekor, naik ke punggung, ke tengkuk, kemudian ke ubun-ubun dan turun ke hidung. Di hidung energi kotor dibuang sedangkan energi bersih terus melakukan siklus perputaran yang kemudian bisa diarahkan ke bagian tubuh yang sedang sakit.

2. Jika ingin membuka chakra, maka:

a. Chakra yang biasa dibuka yaitu chakra mahkota dan chakra ajna (dahi). Dengan uraian: Chakramahkota tempat masuk energi, sedangkan chakra ajna tempat membuang energi kotor. Sedangkan siklus energi seperti pada poin 1.

b. Chakra dasar (tulang ekor) dan ajna. Dengan uraian seperti di atas (poin a)

Sifat Energi: Hangat

  • Meditasi Air

Sikap Badan

1. Duduk posisi teratai penuh (lotus penuh) dengan kaki kiri di atas kaki kanan, badan tegak dan rileks

2. Sikap tangan: telapak tangan menghadap ke atas, dimana telapak tangan kiri diatas tangan kanan dan diletakkan di atas pangkuan

3. Mata dipejamkan

4. Lidah ke langit-langit (bagi yang sudah paham hawa dingin)

Sikap Napas

1. Pola napas, yaitu napas segitiga. Narik napas lewat hidung, tahan di perut (perut agak keras dan agak kembung) dan buang lewat hidung (perbandingan 1 : 1 : 1)

2. Pikiran rileks dan bayangkan yang indah-indah serta menyenangkan

Aliran Energi

1. Energi yang masuk diarahkan turun melewati dada, ke perut, ke tulang ekor, naik ke punggung, ke tengkuk, kemudian ke ubun-ubun dan turun ke hidung. Di hidung energi kotor dibuang sedangkan energi bersih terus melakukan siklus perputaran yang kemudian bisa diarahkan ke bagian tubuh yang sedang sakit.

2. Jika ingin membuka chakra, maka:

Chakra yang biasa dibuka yaitu chakra mahkota dan chakra ajna (dahi). Dengan uraian: Chakra mahkota tempat masuk energi, sedangkan chakra ajna tempat membuang energi kotor. Sedangkan siklus energi seperti pada poin 1.

Sifat Energi: Panas

  • Meditasi Api

Sikap Badan

1. Duduk posisi teratai penuh (lotus penuh) dengan kaki kiri di atas kaki kanan, badan tegak dan rileks

2. Sikap tangan: telapak tangan kanan dan kiri saling bertemu (rapat) kemudian diangkat dan mengambil posisi diatas kepala dengan seluruh jari-jari menghadap ke atas (langit)

3. Mata dipejamkan

4. Lidah ke langit-langit (bagi yang sudah paham hawa dingin)

Sikap Napas

1. Pola napas, yaitu napas segitiga. Narik napas lewat hidung, tahan di perut (perut agak keras dan agak kembung) dan buang lewat hidung (perbandingan 1 : 1 : 1)

2. Pikiran rileks dan bayangkan yang indah-indah serta menyenangkan

Aliran Energi

1. Energi yang masuk diarahkan turun melewati dada, ke perut, ke tulang ekor, naik ke punggung, ke tengkuk, kemudian ke ubun-ubun dan turun ke hidung. Di hidung energi kotor dibuang sedangkan energi bersih terus melakukan siklus perputaran yang kemudian bisa diarahkan ke bagian tubuh yang sedang sakit.

2. Jika ingin membuka chakra, maka:

Chakra yang biasa dibuka yaitu chakra mahkota dan chakra ajna (dahi). Dengan uraian: Chakra mahkota tempat masuk energi, sedangkan chakra ajna tempat membuang energi kotor. Sedangkan siklus energi seperti pada poin 1.

Sifat Energi: Dingin

  • Meditasi Gulung

Sikap Badan

1. Posisi duduk dengan kaki kiri seperti posisi sila, sedangkan kaki kanan menjuntai di atas kaki kanan.

2. Tangan kanan memegang tulang kering kaki kanan sedangkan tangan kiri melingkar di belakang tubuh dan memegang rusuk kanan.

3. Posisi kepala/leher diputar (digelengkan) ke kiri dengan mata dibuka mengarah ke satu titik.

Sikap Napas

1. Pola napas, yaitu napas segitiga. Narik napas lewat hidung, tahan di perut (perut agak keras dan agak kembung) dan buang lewat mulut dengan gigi dikatupkan (desis) (perbandingan 1 : 1 : 1)

2. Pikiran rileks konsentrasi pada aliran napas

Aliran Energi

Aliran Energi berasal dari pusat energi (3 jari di bawah pusar) dimana energi itu diarahkan ke atas dengan bentuk aliran spiral (makin ke atas, makin membesar)

Sifat Energi: Sangat Panas

  • Meditasi Angin

Sikap Badan

1. Duduk posisi setengah teratai (setengah lotus), badan tegak dan rileks

2. Sikap tangan: telapak tangan kanan dan kiri menghadap ke atas yang masing-masing diletakkan di atas lutut dan lutut kiri dimana ujung jari telunjuk dan jempol saling bertemu (saling bersentuhan)

3. Mata dipejamkan

4. Lidah ke langit-langit (bagi yang sudah paham hawa dingin)

Sikap Napas

1. Pola napas, yaitu napas segitiga. Narik napas lewat hidung, tahan di perut (perut agak keras dan agak kembung) dan buang lewat mulut dengan gigi dikatupkan (desis) (perbandingan 1 : 1 : 1)

2. Pada saat tarik napas, perut perlahan dikempeskan dan dada perlahan dikembungkan. Sedangkan saat membuang napas, perut perlahan dikembungkan dan dada perlahan dikempeskan.

3. Pikiran rileks dan bayangkan yang indah-indah serta menyenangkan

Aliran Energi

1. Energi yang masuk diarahkan turun melewati dada, ke perut, ke tulang ekor, naik ke punggung, ke tengkuk, kemudian ke ubun-ubun dan turun ke hidung. Di hidung energi kotor dibuang sedangkan energi bersih terus melakukan siklus perputaran yang kemudian bisa diarahkan ke bagian tubuh yang sedang sakit.

2. Jika ingin membuka chakra, maka:

Chakra yang biasa dibuka yaitu chakra mahkota, chakra tulang ekor dan chakra ajna (dahi). Dengan uraian: Chakra mahkota dan chakra tulang ekor tempat masuk energi, sedangkan chakra ajna tempat membuang energi kotor. Sedangkan siklus energi seperti pada poin 1.

Sifat Energi: Sangat Dingin

  • Meditasi Panas Dingin

Sikap Badan

1. Duduk posisi setengah teratai (setengah lotus), badan tegak dan rileks

2. Sikap tangan: telapak tangan menghadap ke atas, dimana telapak tangan kiri di atas telapak tangan kanan dan diletakkan di atas pangkuan.

3. Mata dipejamkan

4. Lidah ke langit-langit (bagi yang sudah paham hawa dingin)

  • Sikap Napas

1. Pola napas, yaitu napas segitiga. Tarik lewat hidung, tahan di perut (perut agak keras dan agak kembung) dan buang sangat perlahan lewat hidung (perbandingan 1 : 2 : 2 atau 2 : 1: 1)

2. Pada saat tarik napas, perut perlahan agak dikembungkan. Dan saat membuang napas, perut perlahan dikempeskan.

3. Pikiran rileks dan bayangkan yang indah-indah serta menyenangkan

Aliran Energi

Energi yang masuk diarahkan turun melewati dada, ke perut, ke tulang ekor, naik ke punggung, terus ke tengkuk dan naik ke ubun-ubun kemudian turun ke hidung. Di hidung, energi kotor dibuang, sedangkan energi bersih terus melakukan siklus perputaran yang kemudian bisa diarahkan ke bagian tubuh yang sedang sakit.

Sifat Energi: Energi dingin dan panas bergabung saling berganti

  • Meditasi Prana I

Sikap Badan

1. Duduk posisi seperempat teratai (seperempat lotus) kaki kanan di depan kaki kiri, badan tegak dan rileks

2. Sikap tangan: telapak tangan menghadap ke atas, dimana telapak tangan kiri diletakkan di atas lutut kiri dan telapak tangan kanan di atas lutut kanan.

3. Mata dipejamkan

4. Lidah ke langit-langit (bagi yang sudah paham hawa dingin)

Sikap Napas

1. Pola napas, yaitu napas segitiga. Tarik lewat hidung, tahan di perut (perut agak keras dan agak kembung) dan buang sangat perlahan lewat hidung (perbandingan 2 : 1 : 4)

2. Pada saat tarik napas, perut perlahan agak dikembungkan. Dan saat membuang napas, perut perlahan dikempeskan.

3. Pikiran rileks dan bayangkan yang indah-indah serta menyenangkan

Chakra yang Dibuka dan Warna yang Dimasukkan

No Chakra yang dibuka Warna yang dimasukkan

1 Chakra Mahkota Putih

2 Chakra Ajna Hijau

3 Chakra Perut Lila

4 Chakra Telapak Tangan Ungu

5 Chakra Telapak Kaki Biru

6 Chakra Punggung Orange

7 Chakra Punggung Bawah (dekat pinggang) Hijau Alpukat

Aliran Energi

1. Semua energi berwarna di atas dimasukkan ke dalam pusat energi (3 jari di bawah pusar)

2. Jika ingin mengobati penyakit bisa diarahkan ke tempat yang sakit.

  • Meditasi Prana II

Sikap Badan

1. Duduk posisi seperempat teratai (seperempat lotus) kaki kanan di depan kaki kiri, badan tegak dan rileks

2. Sikap tangan: telapak tangan menghadap ke atas, dimana telapak tangan kiri diletakkan di atas lutut kiri dan telapak tangan kanan di atas lutut kanan.

3. Mata dipejamkan

4. Lidah ke langit-langit (bagi yang sudah paham hawa dingin)

Sikap Napas

1. Pola napas, yaitu napas segitiga. Tarik lewat hidung, tahan di perut (perut agak keras dan agak kembung) dan buang sangat perlahan lewat hidung

Aliran Energi

Energi dimasukkan ke otak mahkota bathin dan dikumpulkan di tengah-tengah belakang kepala, kemudian dialirkan ke pembuluh syaraf bathin (sepanjang punggung, terus ke tulang ekor, naik ke perut, dada dan bermuara di hidung)

Sumber : wewewe.kaskus.us/showthread.php?t=9428959

Tidak ada komentar:

Posting Komentar